Belajar Machining Manufacture: 5 S

Kamis, 31 Mei 2012

5 S


Dalam dunia industry machining manufacture sering kita mendengar istilah-istilah seperti 5S,5R,kaizen,Just In Time,TQM,dsb. Yaa, istilah-istilah tersebut merupakan elemen atau tool yang sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai target yaitu meng-optimalkan & meningkatkan efisiensi produksi.
5S adalah tool yang paling mendasar atau pondasi untuk mencapai target perusahaan. Kenapa dikatakan demikian? Dikarenakan 5S hampir sama sekali tidak memerlukan biaya dan sangat mudah untuk dipahami.

5S merupakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemilahan, penataan, pembersihan, memelihara kondisi yang mantap, dan memelihara kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.Dan 5S adalah singkatan untuk :
  1. Seiri (teratur)
  2. Seiton(rapih)
  3. Seiso (bersih)
  4. Seiketsu(pemeliharaan)
  5. Shitsuke(budaya)

5S sangat sulit untuk dilaksanakan dengan benar, Dari pengalaman saya, kebanyakan perusahaan-perusahaan baru dapat menjalankan 3S yang pertama (teratur,rapih,bersih). Masih banyak para pekerja menganggap 5S merupakan suatu tujuan akhir (goal) bukan sebagai cara untuk meningkatkan produktifitas & efisiensi kerja.

Untuk menggalakan gerakan 5S, bentuk-bentuk penghargaan kepada karyawan adalah hal sering  saya dapati. Memang bermanfaat untuk memacu semangat karyawan, tetapi perlu di ingat kembali, hal tersebut dapat menjadikan pola pikir karyawan “ ADA PENGHARGAAN UNTUK 5S”.

Maka sudah menjadi tanggungjawab manajemen untuk mensosialisasikan hakekat 5S dengan benar ke seluruh karyawan. 5S mungkin tidak akan memberikan hasil yang dramatis. Namun 5S membuat pekerjaan lebih mudah dan juga akan mengurangi pemborosan waktu kerja kita.

Seiri
Umumnya istilah seiri berarti mengatur segala sesuatu, memilah sesuai dengan aturan atau prinsip tertentu. Seiri itu , membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan.  Dapat kita ktahui dalam fenomena sehari-hari di tempat kerja kita memiliki setumpuk kertas. Kita seringkali berdalih bahwa suatu hari kelak kita akan membutuhkan kertas-kertas itu. Maka kita menyimpan barang dengan anggapan akan berguna SEANDAINYA diperlukan.

Sebenarnya apa yang harus kita lakukan adalah memutuskan dengan tegas bahwa kita harus membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak. Tujuan Seiri agar barang yang  masih diperlukan, tidak tercampur lagi dengan barang yang sudah tidak diperlukan

Yang harus dilakukan :
1.Identifikasikan barang yang tidak diperlukan
2.Pisahkan dan singkirkan barang tersebut

Seiton
Seiton berarti menyimpan barang di tempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar, sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. Ini merupakan cara untuk mempersingkat atau menghilangkan waktu untuk melakukan proses pencarian.
Yang diutamakan disini adalah manajemen fungsional dan penghapusan proses pencarian. Jika segala sesuatu disimpan di tempatnya demi mutu dan keamanan, berarti kita memiliki tempat kerja yang rapi. Yang harus dilakukan :
1.Sediakan tempat untuk meletakan barang barang yang selalu digunakan
2.Susun dan letakan barang-barang tersebut pada tempat yang sesuai
3. Beri tanda /label pada semua benda yang disusun

Seiso
Arti dari membersihkan lebih dari sekedar membuat barang bersih. Hal ini lebih merupakan falsafah dan komitmen untuk bertanggung jawab atas segala aspek barang yang anda pergunakan, dan untuk memastikan semua barang selalu berada dalam kondisi prima.


Jangan berpikir bahwa pembersihan pekerjaan yang melelahkan. Sebaliknya, Anda harus memandangnya sebagai suatu bentuk pemeriksaan dan pencegahan.

Dengan meningkatnya kecanggihan industri modern, debu, kotoran,bendaasing, dan masalah lain kemungkinan besar dapat mengakibatkan barang cacat, macet, bahkan kecelakaan kerja.Maka pembersihan adalah jawabannya. Pembersihan harus dipandang sebagai cara untuk menghilangkan penyebab masalah satu demi satu.

Seiketsu
Pemeliharaan bisa berarti menjaga / memantapkan  keadaan bersih, yang dalam konteks 5S,mencakup pertimbangan seperti warna, bentuk, pakaian, dan sebagainya yang memberikan suasana bersih.

Lebih jauh lagi, Seiketsu harus dianggap sebagai pengulangan proses pemilahan (Seiri), penataan (Seiton), dan pembersihan (Seiso), serta sebagai kesadaran dan aktivitas tetap ,untuk memastikan bahwa siklus 5S dipelihara.

Ini berarti melaksanakan aktivitas 5S dengan teratur,  dan secara  simultan membuat keadaan yang  “tidak normal ” menjadi tampak.

Bagaimana anda dapat memastikan bahwa ketidaknormalan bisa terlihat? Kita semua harus melatih keterampilan untuk menciptakan dan memelihara “ kontrol visual “.

Untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari, kita memerlukan “ alat bantu visual ” dalam “ kontrol visual”. Dan sebenarnya kita sudah melakukannya. Misalnya sistem penamaan folder/binder untuk file data, penyusunan buku di rak, dll. Prinsip-prinsip alat bantu visual adalah:
  1. Mudah dilihat dari jarak jauh
  2. Pasang peragaan pada barang yang bersangkutan
  3. Usahakan supaya setiap orang dapat menggunakannya dengan mudah kapan saja
  4. Usahakan supaya setiap orang dapat melakukannya dan mudah membuat koreksi yang diperlukan
  5. Jika kita melakukan hal diatas, anda akan menemukan bahwa pekerjaan akan jauh lebih lancar dan hasilnya lebih baik.

Shitsuke
Setelah Seiketsu (pemeliharaan ) yang berarti melaksanakan aktivitas 5S dengan teratur, maka Shitsuke (pembiasaan) adalah komitmen masing-masing individu untuk mematuhi peraturan. Tim yang baik bermain dengan menaati peraturan.

Di tempat kerja maupun di lapangan olahraga, aktivitas tim merupakan aktivitas kooperatif. Setiap orang harus bekerja sama , sama-sama kerja, berpikir bersama, dan bertindak bersama untuk membentuk tim yang kuat.

Tidak terlalu sulit untuk memiliki kebiasaan untuk melaksanakan apa yang diharapkan dari Anda. Hasil akhirnya adalah setiap orang bekerja sama memperkuat tim dan memperkuat perusahaan.
      Caranya adalah dengan menciptakan tempat kerja yang disiplin, melalui:
  1. Biasakan (sistematisasi) perilaku  terbaik jika Anda yang menginginkan hasil yang terbaik
  2. Perbaiki komunikasi dan pelatihan untuk memperoleh mutu yang terjamin
  3. Atur supaya orang mengambil bagian, setiap orang melakukan sesuatu, kemudian  mengimplementasikannya.
  4. Atur segala sesuatu sehingga setiap orang merasa bertanggung jawab atas apa yang mereka  kerjakan.
Jika anda mentaati prosedur sederhana ini, ada kemungkinan untuk dapat mengelola dan memelihara sistem yang paling canggih sekalipun dan membuatnya berjalan lancar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Arsip Blog